Senin, 01 September 2014

Tokoh Sosiologi



Maximilian Weber adalah seorang ahli ekonomi politik dan sosiologi dari Jerman yang dianggap sebagai salah satu pendiri ilmu sosiologi dan administrasi negara modern. Weber lahir di Erfurt, Jerman pada tanggal 21 April 1864. Ia belajar di Universitas Heidelberg, Berlin dan Gottingen dan menjadi guru di Universitas Freiburg (1894), Heidelberg (1897) dan Munich (1919). Selain sebagai guru besar, Weber juga menjadi editor pada jurnal sosiologi, yakni  Achiv fur sozialwissenschaft und sozialpolitik. Karyanya yang paling populer adalah esai yang berjudul Etika Protestan dan semangat kapitalisme (The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism) yang ditulis pada tahun 1904-1905 dan diterjemahkan dalam bahasa inggris pada tahun 1930. Dalam karyanya tersebut, Weber berusaha menbuktikan bahwa etika dan agama sangat berpengaruh pada perkembangan kapitalisme di dunia. Lebih jauh dalam bukunya The Religions of the East, Weber berpendapat bahwa agama adalah salah satu alasan utama bagi perkembangan yang berbeda antara budaya barat dan timur. Agama dan fisafat timur telah menjadi penghalang berkembangnya kapitalisme pada masyarakat timur. Hal yang berbeda dengan agama dan filsafat barat. Weber meninggal di Munich pada tanggal 14 Juni 1920

Senin, 25 Agustus 2014

Definisi Sosiologi

             Ketika pertama kali membuka buku sosiologi ini, Anda mungkin bertanya apakah sosiologi itu? apa saja yang dilakukan oleh seorang sosiolog? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu bisa kita dapatkan secara sederhana dengan memperhatikan dan membaca berbagai berita di surat kabar atau majalah. Bila kita perhatikan, surat-surat kabar atau majalah selalu menghadirkan cerita tantang apa yang dilakukan manusia baik sebagai individu, kelompok, organisasi atau masyarakat secara keseluruhan, Sebagai contoh, dalam sebuah surat kabar kita membaca berita tentang pembunuhan. Terhadap peristiwa tersebut, kita mungkin bertanya apa latar belakang sang pembunuh melakukan tindakan keji tersebut. Kita coba menjawabnya dengan menelusuri pengalaman sosial orang tersebut, misalnya mungkin dari latar belakang keluarga, pengalaman pendidikan, pengalaman dalamkelompok, dan sebagainya. Dengan penelusuran tersebut kita mungkin menemukan hal-hal rasional yang mungkin mengakibatkan orang tersebut dapat melakukan tindakan pembunuhan. dengan cara berpikir analitis seperti itu, sebemarnya kita telah menjadi seorang sosiolog.

            Namun, sosiologi tidak hanya berbicara tentang kriminalitas (perilaku menyimpang). Fenomena sosial lain seperti kemiskinan, ketidakadilan, konflik, dan kekuasaan juga menjadi objek kajian sosiologi. Singkatnya sosiologi berusaha mengkaji drama kehidupan sosial manusia terutama tentang tindakan -tindakan manusia baik tindakan individual, tindakan kelompok, tindakan yang lazim (commonplace) maupun tindakan yang tidak lazim (unusual).

            Dengan mengambil contoh dan paparan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa sosiologi adalah sebuah studi sistematis tentang :
1. perilaku sosila dari individu
2. cara kerja kelompok-kelompok sosial, organisasi, kebudayaaan dan masyarakat
3. pengaruh dari kelompok, organisasi, kebudayaan dan mayarakat terhadap perilaku individu dan kelompok

            Meskipun beberapa orang berpendapat bahwa sosiologi hanya memusatkan perhatiannya pada kelompok-kelompok (social group) dan perilaku masyarakat, definisi di atas memberi perhatian pada kenyataan bahwa sosiologi juga menaruh minat pada perilaku individu-individu yang dipengaruhi oleh kelompok atau masyarakat.

            Lalu, apa pandangan para ahli tentang pengertian dan subjek sosiologi? Ada banyak tokoh yang berusaha mendefinisikan sosiologo. Di antaranya adalah sebagai berikut :
1. Charles Ellwood mengemukakan bahwa sosiologi merupakan pengetahuan yang menguraikan hubungan manusia dan golongannya, asal dan kemajuannya, bentuk dan kewajibannya.
2. Gutav Ratzenhofer mengemukakan bahwa sosiologi merupakan pengetahuan tentang hubungan manusia dan kewajibannya untuk menyelidiki dasar dan terjadinya evolusi sosial serta kemakmuran umum bagi anggota-anggotanya.
3. Herbert Spencer mengemukakan bahwa sosiologi mempelajari tumbuh, bangun, dan kewajiban masyarakat,
4. Emile Durkheim menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yaitu fakta-fakta yang berisikan cara bertindak, berpikir dan berperasaan yang ada di luar individu. Fakta-fakta tersebut mempunyai kekuatan untuk mengendalikan individu.
5. Max Weber mengemukakan bahwa sosiologi mempelajari tindakan-tindakan sosial
6. Pitirim A. Sorokin mengatakan bahwa sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejal-gejala sosial (misalnya, gejala ekonomi dengan agama , keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi), hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan non-sosial (misalnya, pengungsian dengan bencana alam), ciri-ciri umum dari semua jenis gejala-gejala sosial